Menanti Malabar Mampir di Jogja

Standar

Insya Allah jika tidak ada keterlambatan, pada hari Jum’at 30 April 2010 sekitar pukul 23.30 s/d 24.00 atau sesuai jadwal yang ada di Stasiun Bandung, duo Malabar akan bersilangan di Stasiun Tugu dalam perjalanan dinas pertamanya. Dan ini adalah momen yang tidak akan tergantikan bagiku agar aku bisa melihat untuk pertama kalinya rangkaian ini berhenti dinas di Jogja.

.:pinjem semboyan35:. jadwal KA malabar

Kereta ini merupakan kereta dengan rangkaian campuran K1, K2, dan K3 yang melayani jalur Bandung – Malang PP.

Tentunya kereta ini akan menambah pilihan bagi calon penumpang dengan tujuan Yogyakarta – Malang dan Yogyakarta – Bandung. Dan semoga popularitasnya tidak kalah dengan Matarmaja (Ekonomi, MLG – JKT) dan Gajayana (Eksekutif, MLG – JKT).

Nyoh… buat temen-temen WPers Jogja yang mau ikut “dolan neng stasiun” ke stasiun Tugu buat sua dengan duo Malabar atau sekedar buat nyeruput teh manis di emplasemen stasiun, silahkeun datang ke stasiun Tugu hari Jum’at pukul 23.00. Tak tunggu loh…

Iklan

Kenangan di Stasiun Mati Wirosari

Standar

Wirosari adalah nama Kota Kecamatan Wirosari yang terletak lebih kurang 30km di sebelah timur kota Purwodadi, kabupaten Grobogan. Di tempat inilah Mbahku tinggal. Jika liburan panjang ketika aku TK dan SD, aku sering sekali “dibawa” pulang ke Wirosari oleh orang tua. Sampai sekarang pun, aku menyempatkan diri untuk ke sana, menunaikan hak Mbah untuk ditiliki oleh cucunya.

Di manakah tempat yang paling kusukai di  Wirosari ketika liburan sekolah dulu? Jawabku ada tiga. Stasiun Wirosari, Pemandian Mudal di kampung Karangasem, dan di Bledug Kuwu. Namun, Stasiun Wirosari merupakan tempat yang kerapkali ingin aku singgahi ketika itu. Karena biasanya, setelah subuh ayahku mengajakku dan adikku jalan pagi ke Stasiun Wirosari.

Lanjutkan membaca

KA. Banyubiru Pindah ke Yogya

Standar
banyubiru

(foto minjem) KA Banyubiru di Solobalapan

Ada kabar gembira dari PT. KA Daop VI Yogyakarta dan Daop IV Semarang. Kereta Banyubiru yang sebelumnya menjalani Jalur Semarang – Sragen dipindah ke Jalur Semarang – Yogyakarta. Daop IV Semarang juga mengubah nama KRDI Banyubiru menjadi KRDI Banyubiru Joglosemar.

Ini merupakan kabar gembira bagi para railfans dan simpatisan asal Yogyakarta. Konon, kepindahan jalur ini akibat keringnya pendapatan PT. KA di jalur Sragen – Semarang PP. Lanjutkan membaca

Kulineran a la Kereta Ekonomi

Standar
pedagang pecel

(foto minjem) pedagang pecel

Ada hal yang menarik ketika naik kereta kelas bisnis atau kereta ekonomi. Namun, utamanya adalah kereta ekonomi sebagai kereta sejuta umat. Karena di kereta kelas ini, semua pedagang makanan lengkap dengan seluruh atributnya “diizinkan” untuk masuk.

Jika anda naik kereta ke arah Jakarta dari Yogyakarta, ketika masih di daerah Yogyakarta, anda akan disuguhi bakpia dan gudeg jogja.

Masuk daerah Kutoarjo, giliran klanting yang dijajakan. Purwokerto, gantian makanan khas banyumasan seperti getuk goreng, nopia, dan sale pisang sokaraja yang ditawarkan. Oh ya, biasanya di daerah ini ada pedagang pecel khas purwokerto yang pake kembang kecombrang. Tapi saya belum pernah coba. Lanjutkan membaca

Nyicip Nggembel di Stasiun Madiun

Standar
(foto minjem) stasiun madiun + KRDI Madiun Jaya di jalur 4

(foto minjem) stasiun madiun + KRDI Madiun Jaya di jalur 4

Peristiwa ini terjadi waktu aku pulang dari Blitar yang ceritanya ada di sini. Karena ga tahan berdiri di kereta Matarmaja Ekspres dengan suasana yang memang tidak nyaman, akhirnya aku dan Jeli Maipura bersepakat untuk turun saja di Stasiun Madiun sambil mencoba peruntungan, siapa tahu setelah ini masih ada kereta bisnis yang langsung ke Yogyakarta. Jika memang tidak ada, kami akan menginap di Stasiun Madiun. Lanjutkan membaca

Njajah Tasiyun Milang Kori, Jogja – Blitar.

Standar
lempuyangan pagi hari

(foto minjem) lempuyangan di pagi hari

Hari Ahad lalu, 14 Februari 2010, salah seorang kawan karib ketika SMA, telah merayakan hari bahagianya. Mempersunting seorang gadis dari Blitar, kota kelahiran Presiden RI-1, Soekarno dan kampungnya Wapres RI-6, Boediono. Syukurlah, aku dan temanku bisa hadir di hari bahagianya, mewakili rasa bahagia sekian ratus alumni SMA seangkatan yang mengenalnya. hehe… lebay.

——

PERENCANAAN

Beberapa hari sebelumnya, aku dan seorang teman sekelas yang tinggal di Jogja akan berencana untuk acara resepsi di kota itu. Insya Allah berangkat tanggal 13 Feb. Dan kalo memungkinkan, pulangnya tanggal 14 Feb. Kalo ga bisa ya tanggal 15 Feb. Kata kuncinya, murah meriah. Berikut perencanaannya.

1. Kereta Api

0430. Motor dititipin di tempat titipan motor stasiun Lempuyangan. Beli tiket @20rb-an (ekonomi, jurusan Yogya – Kediri).
0520. Berangkat ke Kediri.
1300. Nyampe di Kediri, dzuhuran, makan, cari bis ke Blitar (taksiran ongkos Rp.10rb).
1400. Nyampe di Blitar, cari mesjid atau apalah buat nginep.
Perkiraan ongkos PP: Rp. 60rb-70rb perorang. Lanjutkan membaca

Suatu Senja di Jakarta

Standar

 

Jum’at, 30 Januari 2009. Jam tanganku menunjukkan pukul 17.45 saat aku hampir tiba di stasiun Gambir menggunakan bus DAMRI dari Lampung. Hujan deras seakan menyambutku dari gerbang tol Kebon Jeruk, membuatku ketar-ketir memikirkan cara untuk meneruskan perjalanan ke Stasiun Pasar Senen sesampainya di Gambir. Aku harus mengejar kereta ke Yogya yang berangkat pukul 19.20 dengan membeli tiketnya maksimal satu jam sebelum kereta berangkat.

Gambir menyambutku dengan anak-anak kecil yang menawarkan ojek payung. Hujan adalah berkah bagi mereka untuk mendapatkan sesuap nasi malam nanti. Dengan terburu-buru sambil menolak mereka dengan halus, aku berjalan menyusup di antara bus-bus DAMRI yang ada di lapangan parkir sebelah timur stasiun. Lanjutkan membaca