Jalan Alternatif Yogyakarta Madiun

Standar

Ada beberapa checkpoint dari titik pemberangkatan kota Yogyakarta. Checkpoint itu berupa kota dan desa yang harus kita lalui di jalur alternatif ini agar kita dapat tiba di Madiun dengan selamat tanpa tersasar.

Checkpoint itu diantaranya:

  1. Kota Yogyakarta, DIY (Pemberangkatan)
  2. Kota Surakarta, Jawa Tengah.
  3. Kota Karanganyar, Jawa Tengah
  4. Desa Tawangmangu, Jawa Tengah
  5. Desa Sarangan, Jawa Timur.
  6. Kota Magetan, Jawa Timur.
  7. Kota Maospati (Tugu Pesawat Maospati), Jawa Timur.
  8. Kota Madiun, Jawa Timur. (Titik Ketibaan)

Deskripsi Jalur:

Lanjutkan membaca

Dari Jogja ke Indramayu: Tantangan Jenuh di Jalan Pulang [bagian 3 dari 3 tulisan]

Standar

Perut sudah kenyang. Mata sudah kembali terang. So, saatnya kita pulang. Hahaha… SMP banget ya… Sudah makan pulang. Atau SMA… sesudah makan assalaamu’alaikum?

Kembali ke Selatan
Setelah transit 3 jam di Kuningan, aku lanjutkan perjalanan melalui jalan yang sudah kulewati. Tujuanku adalah pulang lewat Ciamis agar aku bisa mampir ke rumah kawanku di Madura, Kecamatan Wanareja, di Cilacap sebelah barat. Tepat jam dua siang, aku memulai perjalanan kembali.

Menuruni Punggungan Pegunungan
Jalur Cikijing – Ciamis merupakan jalur pegunungan. Jalannya naik turun dan berliku. Kadang jalannya sangat menikung. Ditambah lagi kualitas jalannya yang kurang bagus karena sudah mulai terkelupas. Pemandangan didominasi oleh hijaunya sawah dan birunya pegunungan.

Lanjutkan membaca

Dari Jogja ke Indramayu: Transit di Kuningan [bagian 2 dari 3 tulisan]

Standar

Kawanku sudah sukses melangsungkan pernikahannya. Dan, aku kembali dititipkan di rumah pamannya. Sendirian….

Diam itu membosankan
Dua hari kebosanan menyergapku. Sepi dan sendiri. Hari ini pasti kawanku tengah menikmati masa-masa indah dengan istrinya. Dan aku tidak punya teman untuk sekedar ngobrol. Jadilah aku hanya tidur, atau baca komik dan buku yang aku beli di minimarket yang ada di kota itu.

Hari kedua, sore harinya, ah… itu dia kawanku sudah kembali. Senyum sumringah menghiasi wajahnya. Dan untungnya, dia masih ingat denganku. Aku memang sudah berpesan kepadanya, jika aku akan pulang ke Jogja esok harinya. Sehingga, malam ini ia datang menjumpaiku dan menginap di kampungnya. Kalau kemarin kan, ia menginap di rumah istrinya.

Berangkat untuk pulang
Pukul tujuh pagi, aku berpamitan dengan keluarga kawanku, dan sempat dititipi sangu “bensin” untuk pulang ke Jogja. Malu-malu aku menerimanya. Sungguh Allah Maha Tahu, pikirku. Ia memberikan rezeki kepada makhlukNya dari arah yang tidak disangka-sangka.

Setelah berpamitan, aku arahkan roda motorku ke arah timur, menuju Cirebon. Kemarin, aku sudah menghubungi kawanku yang tinggal di daerah Kuningan, jika aku akan mampir ke rumahnya.

Lanjutkan membaca

Dari Jogja ke Indramayu: Berangkat [bagian 1 dari 3 tulisan]

Standar

Perjalanan ini aku lakukan tahun 2009, untuk menghadiri undangan pernikahan seorang kawan di Kandanghaur, Indramayu. Aku memilih menggunakan motor karena lebih fleksibel dan irit.

Pagi hari, persiapan berangkat.
Pagi itu, aku menyiapkan perlengkapan sepeda motorku. Packing barang sudah aku selesaikan malam tadi. Semua perlengkapan dan peralatan individu sudah masuk daftar dan sudah kuconteng semua. Dengan penuh semangat, motor kupanaskan agar lancar di perjalanan.

Berangkat ke Indramayu
Tiba-tiba, sekitar jam tujuh, hujan yang agak lebat menyapaku. Padahal, sekian menit sebelumnya, matahari masih tampak gagah di ufuk timur. But, show must go on. Aku kenakan mantel hujan kelelawarku, dan mulai menembus tirai hujan ke arah barat. Isi bensin full tank di Gamping. Alhamdulillah, belum sampai masuk kota Kulon Progo, hujan sudah reda.

Hampir kecelakaan di Kebumen
Kota demi kota aku lewati hingga tibalah di Kebumen. Nah, pas keluar dari jalan lingkar Kebumen, motor yang ada di depanku tiba-tiba mengerem. Padahal, didepannya tidak ada halangan apa-apa. Aku yang kurang awas saat itu menjadi terkejut hingga “menyundul” ban belakang motornya. Dan, ternyata di belakangku, sekitar 15 meter ada truk besar yang mengklakson keras-keras telah siap-siap menerkam.

Untunglah aku bisa kembali menguasai keseimbangan motorku. Alhamdulillah, nothing bad happen.

Lanjutkan membaca

Menanti Malabar Mampir di Jogja

Standar

Insya Allah jika tidak ada keterlambatan, pada hari Jum’at 30 April 2010 sekitar pukul 23.30 s/d 24.00 atau sesuai jadwal yang ada di Stasiun Bandung, duo Malabar akan bersilangan di Stasiun Tugu dalam perjalanan dinas pertamanya. Dan ini adalah momen yang tidak akan tergantikan bagiku agar aku bisa melihat untuk pertama kalinya rangkaian ini berhenti dinas di Jogja.

.:pinjem semboyan35:. jadwal KA malabar

Kereta ini merupakan kereta dengan rangkaian campuran K1, K2, dan K3 yang melayani jalur Bandung – Malang PP.

Tentunya kereta ini akan menambah pilihan bagi calon penumpang dengan tujuan Yogyakarta – Malang dan Yogyakarta – Bandung. Dan semoga popularitasnya tidak kalah dengan Matarmaja (Ekonomi, MLG – JKT) dan Gajayana (Eksekutif, MLG – JKT).

Nyoh… buat temen-temen WPers Jogja yang mau ikut “dolan neng stasiun” ke stasiun Tugu buat sua dengan duo Malabar atau sekedar buat nyeruput teh manis di emplasemen stasiun, silahkeun datang ke stasiun Tugu hari Jum’at pukul 23.00. Tak tunggu loh…

Kulineran a la Kereta Ekonomi

Standar
pedagang pecel

(foto minjem) pedagang pecel

Ada hal yang menarik ketika naik kereta kelas bisnis atau kereta ekonomi. Namun, utamanya adalah kereta ekonomi sebagai kereta sejuta umat. Karena di kereta kelas ini, semua pedagang makanan lengkap dengan seluruh atributnya “diizinkan” untuk masuk.

Jika anda naik kereta ke arah Jakarta dari Yogyakarta, ketika masih di daerah Yogyakarta, anda akan disuguhi bakpia dan gudeg jogja.

Masuk daerah Kutoarjo, giliran klanting yang dijajakan. Purwokerto, gantian makanan khas banyumasan seperti getuk goreng, nopia, dan sale pisang sokaraja yang ditawarkan. Oh ya, biasanya di daerah ini ada pedagang pecel khas purwokerto yang pake kembang kecombrang. Tapi saya belum pernah coba. Lanjutkan membaca