Jalan Alternatif Yogyakarta Madiun

Standar

Ada beberapa checkpoint dari titik pemberangkatan kota Yogyakarta. Checkpoint itu berupa kota dan desa yang harus kita lalui di jalur alternatif ini agar kita dapat tiba di Madiun dengan selamat tanpa tersasar.

Checkpoint itu diantaranya:

  1. Kota Yogyakarta, DIY (Pemberangkatan)
  2. Kota Surakarta, Jawa Tengah.
  3. Kota Karanganyar, Jawa Tengah
  4. Desa Tawangmangu, Jawa Tengah
  5. Desa Sarangan, Jawa Timur.
  6. Kota Magetan, Jawa Timur.
  7. Kota Maospati (Tugu Pesawat Maospati), Jawa Timur.
  8. Kota Madiun, Jawa Timur. (Titik Ketibaan)

Deskripsi Jalur:

Lanjutkan membaca

Kompor Outdoor Baru Milikku

Standar

Alhamdulillah… sampai juga kompor ini ke tanganku. Kompor idaman buat outdoor activities yang juga merupakan hobiku. Kompor ini, kubeli di sebuah forum terkenal Indonesia dengan harga yang cukup murah ketimbang waktu aku menaksirnya di Jogja dulu.

Kompor ini memiliki kemampuan untuk menyemprotkan gas dengan merata dan apinya berwarna biru. Sehingga dapat memasak dengan waktu yang cepat. Oh iya… Kompor ini juga sudah dilengkapi oleh pemantik elektrik. Sehingga kita tidak perlu untuk membawa korek api lagi.

Berikut penampakannya:

Terlipat

Terlipat

Gas Sudah Terpasang

Gas Sudah Terpasang

 

Coba Dinyalakan

Coba Dinyalakan

Insya Allah kompor ini siap menemani hari-hariku ketika aktivitas luar ruang. Doakan supaya awet yaaa…

Dari Jogja ke Indramayu: Tantangan Jenuh di Jalan Pulang [bagian 3 dari 3 tulisan]

Standar

Perut sudah kenyang. Mata sudah kembali terang. So, saatnya kita pulang. Hahaha… SMP banget ya… Sudah makan pulang. Atau SMA… sesudah makan assalaamu’alaikum?

Kembali ke Selatan
Setelah transit 3 jam di Kuningan, aku lanjutkan perjalanan melalui jalan yang sudah kulewati. Tujuanku adalah pulang lewat Ciamis agar aku bisa mampir ke rumah kawanku di Madura, Kecamatan Wanareja, di Cilacap sebelah barat. Tepat jam dua siang, aku memulai perjalanan kembali.

Menuruni Punggungan Pegunungan
Jalur Cikijing – Ciamis merupakan jalur pegunungan. Jalannya naik turun dan berliku. Kadang jalannya sangat menikung. Ditambah lagi kualitas jalannya yang kurang bagus karena sudah mulai terkelupas. Pemandangan didominasi oleh hijaunya sawah dan birunya pegunungan.

Lanjutkan membaca

Dari Jogja ke Indramayu: Transit di Kuningan [bagian 2 dari 3 tulisan]

Standar

Kawanku sudah sukses melangsungkan pernikahannya. Dan, aku kembali dititipkan di rumah pamannya. Sendirian….

Diam itu membosankan
Dua hari kebosanan menyergapku. Sepi dan sendiri. Hari ini pasti kawanku tengah menikmati masa-masa indah dengan istrinya. Dan aku tidak punya teman untuk sekedar ngobrol. Jadilah aku hanya tidur, atau baca komik dan buku yang aku beli di minimarket yang ada di kota itu.

Hari kedua, sore harinya, ah… itu dia kawanku sudah kembali. Senyum sumringah menghiasi wajahnya. Dan untungnya, dia masih ingat denganku. Aku memang sudah berpesan kepadanya, jika aku akan pulang ke Jogja esok harinya. Sehingga, malam ini ia datang menjumpaiku dan menginap di kampungnya. Kalau kemarin kan, ia menginap di rumah istrinya.

Berangkat untuk pulang
Pukul tujuh pagi, aku berpamitan dengan keluarga kawanku, dan sempat dititipi sangu “bensin” untuk pulang ke Jogja. Malu-malu aku menerimanya. Sungguh Allah Maha Tahu, pikirku. Ia memberikan rezeki kepada makhlukNya dari arah yang tidak disangka-sangka.

Setelah berpamitan, aku arahkan roda motorku ke arah timur, menuju Cirebon. Kemarin, aku sudah menghubungi kawanku yang tinggal di daerah Kuningan, jika aku akan mampir ke rumahnya.

Lanjutkan membaca

Dari Jogja ke Indramayu: Berangkat [bagian 1 dari 3 tulisan]

Standar

Perjalanan ini aku lakukan tahun 2009, untuk menghadiri undangan pernikahan seorang kawan di Kandanghaur, Indramayu. Aku memilih menggunakan motor karena lebih fleksibel dan irit.

Pagi hari, persiapan berangkat.
Pagi itu, aku menyiapkan perlengkapan sepeda motorku. Packing barang sudah aku selesaikan malam tadi. Semua perlengkapan dan peralatan individu sudah masuk daftar dan sudah kuconteng semua. Dengan penuh semangat, motor kupanaskan agar lancar di perjalanan.

Berangkat ke Indramayu
Tiba-tiba, sekitar jam tujuh, hujan yang agak lebat menyapaku. Padahal, sekian menit sebelumnya, matahari masih tampak gagah di ufuk timur. But, show must go on. Aku kenakan mantel hujan kelelawarku, dan mulai menembus tirai hujan ke arah barat. Isi bensin full tank di Gamping. Alhamdulillah, belum sampai masuk kota Kulon Progo, hujan sudah reda.

Hampir kecelakaan di Kebumen
Kota demi kota aku lewati hingga tibalah di Kebumen. Nah, pas keluar dari jalan lingkar Kebumen, motor yang ada di depanku tiba-tiba mengerem. Padahal, didepannya tidak ada halangan apa-apa. Aku yang kurang awas saat itu menjadi terkejut hingga “menyundul” ban belakang motornya. Dan, ternyata di belakangku, sekitar 15 meter ada truk besar yang mengklakson keras-keras telah siap-siap menerkam.

Untunglah aku bisa kembali menguasai keseimbangan motorku. Alhamdulillah, nothing bad happen.

Lanjutkan membaca

Mengenang Jawa Tengahku

Standar

Believe it or not, Jawa Tengah serasa sudah menjadi bagian dari diriku. Di provinsi itu, hanya ada satu kota yang sama sekali belum pernah aku datangi. Jepara.

Walaupun saat ini aku sudah berdomisili di Lampung, tanah kelahiranku, tapi ingatanku akan keunikan Jawa Tengah dan jalur-jalur touringnya yang menantang masih tetap lekat. Betapa tidak, aku tinggal di Yogyakarta sekitar 8 tahun. Sehingga sudah banyak tempat yang aku singgahi dalam setiap perjalananku ke utara, timur, dan barat. Dari karakteristik jalur pantura yang lurus, ramai, dan melenakan, hingga jalur selatan yang berliku, indah, dan menantang. Memacu adrenalin di antara truk raksasa dan bus antar kota.

Rata-rata, kota yang pernah aku datangi itu adalah kota persinggahan ketika hendak menuju ke kota tujuan utama. Semisal, ketika hendak ke Rembang, maka aku harus singgah ke Blora. Jika hendak ke Blitar  (Jawa Timur), maka harus singgah ke Wonogiri. Nah… kebetulan Jepara itu letaknya nyempil di kaki gunung Muria sebelah barat. Dari Semarang menuju Pati sudah ada jalannya sendiri. Jadi otomatis aku tidak pernah singgah ke kota itu.

Mbahku sudah meninggal sekitar Februari 2012 yang lalu. Beliau adalah destinasi utama keluargaku apabila melakukan perjalanan ke Jawa Tengah. Jadi, tanpa alasan yang pas, sepertinya tipis kemungkinan bagiku untuk mengunjungi Jawa Tengah. Tapi, tetap aku patrikan di dalah hatiku, tali silaturahim tetap tidak boleh putus dengan saudara dan teman-teman ayahku. Mereka yang tinggal di Semarang, Purwokerto, Pekalongan, Rembang, Blora, Yogyakarta, dan Grobogan.

Harapanku, kapan ke Jawa Tengah lagi?

Bagaimana Menuruni Gunung

Standar

copy dari gempaladventures

Perhatian khusus harus diberikan pada waktu menuruni gunung, karena pada saat itu anda tentu sudah amat lelah setelah berjalan mendaki. Turun dalam keadaan lelah dengan beban yang berat di ransel, merupakan masalah tersendiri. Seluruh berat badan mendorong anda ke bawah, sehingga kaki yang menyangga tubuh mendapat beban tambahan. Otot kaki bekerja lebih berat, karenanya kemungkinan tergelincir, terguling, atau bahkan sampai terkilir. Lanjutkan membaca