Kebaikan Harus Dipaksakan

Standar

Pada dasarnya, manusia adalah tempatnya lalai dan lupa. Lalai karena suka menunda, hingga akhirnya terlupa akibat dari penundaan.

Ada kalanya kita sudah berniat melakukan suatu kebaikan, namun secara tiba-tiba kita menemui halangan yang praktis menganggu kekonsistenan kita. Ibarat mobil yang sedang berjalan, tiba-tiba harus melambat karena menemui jalan yang buruk dan berlubang.

Jangan pernah berhenti. Tetaplah melakukan perbuatan baik walau kuantitas perbuatan itu menurun. Karena, jika sampai berhenti, akan butuh energi besar untuk memulainya kembali.

Jika kita memiliki tekad untuk memulai suatu perbuatan baik, maka tetapkanlah dalam diri kita, paksalah diri kita untuk melakukannya. Cari seribu alasan untuk mengerjakan ketimbang membuat seribu alasan untuk menunda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s