Bagaimana Menuruni Gunung

Standar

copy dari gempaladventures

Perhatian khusus harus diberikan pada waktu menuruni gunung, karena pada saat itu anda tentu sudah amat lelah setelah berjalan mendaki. Turun dalam keadaan lelah dengan beban yang berat di ransel, merupakan masalah tersendiri. Seluruh berat badan mendorong anda ke bawah, sehingga kaki yang menyangga tubuh mendapat beban tambahan. Otot kaki bekerja lebih berat, karenanya kemungkinan tergelincir, terguling, atau bahkan sampai terkilir.

Makin panjang lereng gunung yang dituruni, makin cepat anda terseret kebawah, segera mengambil tindakan untuk menghentikannya, yaitu dengan mendaratkan kaki dibatu yang menonjol atau menancapkan tumit kaki ke tanah yang gembur atau berpasir.Jangan berjalan turun dengan badan doyong ke depan, sehingga menyebabkan berat tubuh tidak sepenuhnya di atas kaki, jagalah agar berat tubuh itu tetap di atas kedua kaki.

Sebelum turun, ikatlah tali sepatu anda lebih kencang daripada biasanya. Tekanan berat badan ke depan pada waktu turun akan menyakitkan jari-jari kaki yang terdorong dan tertekuk di ujung sepatu, terutama apabila sepatu yang dipakai kurang cocok (pinjaman). Mengikat tali sepatu dengan kencang akan membantu agar telapak kaki tidak mudah bergeser dan membuat jari-jari kaki tertekuk.

Turun di lereng berpasir akan terasa menyenangkan bila anda melakukan gerakan merosot dengan menggunakan gelinciran telapak sepatu. Untuk menghentikan gerakan merosot terlalu jauh, jejakkanlah tumit sepatu sedalam-dalamnya ditanah berpasir itu pada saat yang diperlukan. Tehnik ini bisa menyebabkan sepatu anda kemasukkan pasir dan kerikil. Pakailah Gaiter untuk mencegahnya. Jangan keluar dari lintasan yang sudah ada, lebih-lebih memotong jalan setapak sehingga harus menuruni tebing yang curam.

Kalau terpaksa keluar dari lintasan yang ada, selalu berjalanlah diatas punggung-punggung gunung. Hindari jalan di ceruk-ceruk atau mengikuti sungai-sungai di bawah punggungan gunung. Sungai memang tampaknya menunjuk arah yang gampang di lalui untuk menuju ke bawah, tetapi mengikutinya berbahaya sekali. Sungai-sungai di gunung sering kali berupa tebing-tebing curam dan membentuk air terjun, sehingga sukar dituruni tanpa alat-alat khusus. Banyak kecelakaan yang di buat seorang pendaki pemula karena kesalahan mengikuti sungai di gunung.

Jalan setapak yang tak jelas disebabkan karena sering kurang dilalui, biasanya merupakan lintasan penebang-penebang kayu. Kalau akhirnya anda terjebak dan kehilangan jalan setapak, pilihlah lintasan dengan prinsip tetap di atas punggungan gunung, bukan berjalan di ceruk-ceruk atau mengikuti aliran sungai.

Berhati-hatilah melewati daerah kawah dan sekitarnya, karena tidak jarang sering di jumpai gas beracun. Perhatikan apakah lintasan yang dilalui merupakan daerah yang gersang dan tak di jumpai tumbuhan apapun, bisa jadi itu pertanda ada gas beracun. Kalau kepala anda terasa pusing-pusing, segera hindari dan carilah tempat yang berudara segar untuk mengembalikan keadaan.

” Banyak orang awam mengira, bahwa meneguk minuman keras merupakan cara yang baik untuk menghangatkan tubuh. Dugaan ini salah sekali, sebab minuman keras menyebabkan pembuluh darah kulit mengembang, sehingga membuat udara dingin dapat peluang untuk masuk ke dalam tubuh. Lagi pula, meneguk minuman keras dapat menyebabkan mabuk, sehingga tentunya tak baik bagi pejalan-pejalan kaki di gunung.”

Sumber dari buku Norman Edwin ” Mendaki Gunung sebuah tantangan petualangan ” tahun 1987.

Copas dari: http://archive.kaskus.us/thread/2564044/60

Iklan

6 thoughts on “Bagaimana Menuruni Gunung

  1. nocual

    makasih udah mampir ke web Aku.

    cara nampilin foto profile pas comment gimana ya mas?
    aku masih biru . bingung gantinya. ^^

  2. cantigi

    ahaaa… jgn lupa, fungsi belt webbing yg ada pada bantalan ransel untuk bahu, salah satunya untuk setting tinggi, rendah, dan sudut kemiringan ransel terhadap tubuh. biasanya, saat saya naik gunung, posisi ransel di set setinggi mungkin terhadap bahu dan merapat ke arah kepala (dengan pengaturan barang terberat menempati posisi teratas kontainer). sementara saat turun, posisi ransel lebih ke bawah, dan sudut kemiringan, diambil rata2 tegak lurus terhadap kemiringan lintasan. CMIIW semoga bermanfaat bagi temen2.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s