KA. Banyubiru Pindah ke Yogya

Standar
banyubiru

(foto minjem) KA Banyubiru di Solobalapan

Ada kabar gembira dari PT. KA Daop VI Yogyakarta dan Daop IV Semarang. Kereta Banyubiru yang sebelumnya menjalani Jalur Semarang – Sragen dipindah ke Jalur Semarang – Yogyakarta. Daop IV Semarang juga mengubah nama KRDI Banyubiru menjadi KRDI Banyubiru Joglosemar.

Ini merupakan kabar gembira bagi para railfans dan simpatisan asal Yogyakarta. Konon, kepindahan jalur ini akibat keringnya pendapatan PT. KA di jalur Sragen – Semarang PP.

Hanya tiga jam saja, walaupun jalur yang dilalui memutar dan lebih jauh.

Waktu tempuhnya ditargetkan tidak jauh berbeda jika bepergian Yogyakarta – Semarang menggunakan sepeda motor melewati kota-kota yang lumrah dilewati seperti Muntilan, Magelang, dan Ambarawa. Hanya tiga jam saja, walaupun jalur yang dilalui memutar dan lebih jauh. Seperti Yogyakarta – Solobalapan, lalu melewati jalur ke arah utara melalui kecamatan Gemolong, Sumberlawang, kemudian berbelok ke arah barat melewati stasiun Kedungjati yang terkenal, dan akhirnya jalur ini berakhir di Semarang.

Salah satu hal yang istimewa untuk jalur ini, terutama jalur Solo – Semarang, penumpang akan disuguhi pemandangan lima belas stasiun-stasiun yang berarsitektur kuno buatan Belanda. Andaikan kita melewati jalur Solo – Semarang ini menggunakan lokomotif uap, tentulah kita akan seperti menaiki mesin waktu. Dapat merasakan perasaan para orangtua kita yang pernah lalu-lalang di jalur tersebut.

(foto minjem) KA. Banyubiru

Sebutlah salah satunya, Stasiun Kedungjati. Stasiun ini pernah aku lewati ketika aku melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor menempuh jalur Yogyakarta – Purwodadi via Salatiga. Bangunan ini memiliki arsitektur kuno dan bersejarah. Tapi sayang, aku hanya numpang lewat di daerah itu dan cuma bisa melihat stasiun tersebut dari kejauhan. Tampak dari jauh, stasiun ini memiliki warna abu-abu karena dindingnya terbuat dari kayu-kayu jati yang sudah berumur namun masih kokoh.

Dana yang harus ditukarkan dengan pemandangan tersebut hanya Rp. 24.000,00. Tidak lebih dari ongkos bensin Yogyakarta – Semarang menggunakan sepeda motor Honda Grand 96 milikku. Jika berangkat dari Solobalapan menuju Semarang, tiket dihargai Rp. 20.000,00. Namun jika hanya untuk menempuh jalur Yogyakarta – Solobalapan, cukup dengan Rp. 8.000,00 saja.

Aku memang belum melihat secara langsung keretanya seperti apa. Tapi aku mempunyai niatan besar untuk mencicipi kereta itu. Menurut kabar, kereta yang digunakan adalah KRDI buatan INKA, sama seperti Madiun Jaya yang pernah aku tumpangi ketika pulang ke jogja setelah nginep di stasiun madiun.

Aku berharap, jadwal keberangkatannya bisa berubah…

Untuk waktu keberangkatan, aku juga belum survey. Namun akan kukutipkan paragraf dari sebuah blog:

Jadwal pemberangkatan dari Stasiun Tawang Semarang adalah: 05:00 dan 13:00 sedang dari Yogya jam 8:50 dan 16:40. Harga tiket Semarang-Yogyakarta Rp24.000, Semarang-Solo Rp16.000, dan Solo-Yogyakarta Rp8.000 (sama dengan tarip KA Prameks yang sudah beroperasi beberapa tahun sebelumnya).

Aku berharap, jadwal keberangkatannya bisa berubah sehingga tidak memberatkan komuter yang hendak berangkat pagi dari Yogyakarta dan pulang dari Semarang sore harinya tanpa harus terburu-buru.

Referensi:

http://maswing.wordpress.com/2010/02/28/kereta-api-banyubiru-yogya-solo-semarang/

http://wahyunurdiyanto.com/2008/10/12/sepur-banyu-biru-apik-tenan/

Iklan

5 thoughts on “KA. Banyubiru Pindah ke Yogya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s