Nonton Pit Onthel SO 1 Maret

Standar
SO1Maret

Monumen Serangan Oemoem 1 Maret

Semalem abis Isya’, 28 Februari, aku ngerasa gelisah banget gara-gara kelaperan. Jadilah aku keluarin motor dari kandang untuk diajak cari makan. Tadinya sih, mau makan pecel lele di daerah Wirobrajan sana. Udah biasa maem di sana sih…

Tapi kemudian aku keinget sama pecel lele di daerah Tegal Rejo. Beberapa hari yang lalu aku samperin karena hampir tiap malem selalu rame pembeli. Hanya saja, waktu itu aku ga jadi makan di sana karena udah keabisan lauk. Bayangin aja, pas aku mau beli, ternyata semua lauknya itu udah ludes diserbu sama geng motor. Alhasil, aku jadi penasaran sama pecel lele itu. Seenak apa sih dia?

Aku pikir, rombongannya ga panjang-panjang amat.

Syukurlah malam itu rasa penasaranku terbayar lunas. Untuk ukuran lidahku, rasanya terbilang cukup nikmat. Sambelnya dahsyat. Manis pedes gitu. Cocok sama seleraku yang udah rada kejawa-jawaan. Hehehe…

Pas lagi asik-asik makan, ujug-ujug dari arah Pingit ada serombongan orang bersepeda ke arah Wirobrajan. Pake ditemenin mobil patroli polisi segala. Eh… terus ada Pol PP diantara mereka.

Aku pikir, rombongannya ga panjang-panjang amat. Tapi ternyata, panjangnya kayak uler yang ditarik sampe melar. Udah lima menit lewat, tapi belum abis-abis. Banyak banget. Sampe-sampe sempet keputus sama pintu perlintasan kereta Tegal Rejo.

Di antara para piters (sebutanku buat orang nyepeda, dari kata fiets; bld., pit; jw.), ada yang menggunakan kostum jadul a la petugas inlander zaman kompeni, pejuang tentara rakyat, pejabat daerah jajahan, dan lainnya. Suasananya diramein sama suara bel sepeda yang saling saut-menyaut. Ah, sungguh nikmat sekali makan malam lesehan di bawah terangnya lampu jalan sambil melihat suguhan pemandangan yang unik dan menarik. Dan setelah rombongan piters itu tuntas lewat di depan mataku, tuntas pulalah acara makan malamku.

Epilog:

Aku baru mengetahui dari salah satu surat kabar nasional ketika aku sedang ngurusin motorku di sebuah bengkel, jika rombongan piters yang lewat itu adalah rombongan Night Ride on Jogja Bike Lane yang merupakan bagian acara Peringatan Serangan Oemoem 1 Maret. Acara itu menyertakan Wakot Yogyakarta, Herry Zudianto. Dan konon Adam Sheila on 7 juga turut meramaikan kegiatan ngonthel tersebut. Misi dari kegiatan ini adalah untuk meluruskan sejarah berkaitan dengan Serangan Oemoem 1 Maret tentang siapa sebenarnya the founding father dari operasi bersenjata yang memukau dunia itu. Iring-iringan ini dimulai dari Gardu Anim Kota Baru hingga Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara.

Iklan

6 thoughts on “Nonton Pit Onthel SO 1 Maret

  1. dismas070492

    Jogja is nice. never ending asia… hehe..

    seporsi harganya berapa kang?

    saya dulu (7taun lalu) waktu sd sering keliaran di wr.brajan… cari-cari les lesan.

    • never ending asia… sepakat.

      seporsi pecel lele rata-rata Rp. 5.000,00. minumnya (teh/ jeruk anget/es) rata-rata Rp. 1.500,00 – Rp. 2.000,00. masih terjangkau lah untuk orang proletar kayak saya… hehehe…

      perempatan wirobrajan 7 tahun lalu terang benderang. sekarang lebih terang lagi karena UMY jadul direnovasi jadi medical center-nya muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s